Kondisi Liga Sepakbola, Mati Suri dan Butuh Perhatian

sepatu-futsal.com – Banyak beberapa kegiatan yang berkaitan dengan jumlah massa yang banyak harus dihentikan sementara, karena hal ini diakibatkan oleh pandemi covid 19. Tidak mengherankan berbagai seluruh sektor yang berkaitan dengan kegiatan langsung atau tatap muka harus sementara ditunda terlebih dahulu dan beralih ke digital atau online. 

Hal ini tentunya berdampak pada beberapa Liga Sepakbola di Indonesia yang juga harus terhenti oleh covid 19. Hampir setahun penuh, beberapa ajang olahraga terutama sepakbola mengkrak dan tidak bermain. Padahal beberapa liga besar di dunia dan ASEAN masih berlangsung dan dinikmati hingga sekarang. Lantas, bagaimana keadaannya? 

Kondisi Liga Sepak Bola Indonesia 

1. Covid 19 Penyebab Utama 

Sejak ditemukan mulai masuk Indonesia pada bulan Maret, 2020 membuat berbagai aktivitas dan kegiatan yang menyangkut keramaian terhenti. Hal ini membuat berbagai sektor dan kegiatan harus tertunda dan tidak bisa dalam waktu melanjutkannya. Termasuk dalam hal ini pertandingan Liga Sepakbola Indonesia. 

Untuk melangsungkan dan melanjutkan pertandingan, pihak dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak mendapatkan surat izin dari pihak kepolisian. Padahal berdasarkan rencana yang ada, LIga Indonesia dapat berlangsung diadakan pada bulan Oktober, 2020. Tetapi semakin banyak dan meningkatnya jumlah kasus Covid 19, kegiatan tersebut resmi berhenti hingga sekarang. 

liga indonesia baru

Hal ini menjadi kenyataan pahit yang harus diterima, karena semuanya diluar prediksi dan rencana awal. Sehingga untuk keselamatan bersama, rasanya memilih untuk berhenti dan menundanya sementara waktu menjadi opsi yang lebih baik. Untuk mengatasi kerinduan akan pertandingan bola, teman-teman masih bisa menyaksikan beberapa liga besar lainnya. 

Baca Juga : Sejarah Sepak Bola Wanita di Indonesia Hingga Sekarang

2. Sepakbola Indonesia Mengalami Kemunduran 

Berdasarkan pengamat sepakbola, Indonesia mengalami kemunduran akibat tidak adanya kompetisi yang berlangsung. Karena seluruh pemain tidak mendapatkan tempat untuk meningkatkan kualitas permainannya. Hal ini tentunya membuat performa yang ada jelas mengalami kondisi yang kurang prima. 

Tentunya kedepannya hal ini menjadi pekerjaan rumah semuanya, karena Indonesia harus bisa terus meningkatkan performa dalam bidang olahraga. Dengan begitu membuat para pemain bisa terus berkompetisi dan meningkatkan kemampuannya serta masyarakat kembali diberikan hiburan bersama, meskipun harus jarak jauh terlebih dahulu. 

Rasanya pemerintah dan pengelola termasuk PSSI harus segera mencari solusi terbaik, karena performa dan masa depan sepakbola Indonesia harus diperhatikan secara bersama-sama. Hal ini tidaklah mudah, tetapi jika terus mangkrak dan tanpa adanya tindakan bukan tidak mungkin Sepakbola Indonesia terus mengalami kemunduran. 

Karena beberapa negara di ASEAN kecuali Indonesia dan Brunei tetap melanjutkan pertandingannya walaupun tidak ada penonton. Hal ini juga sama diterapkan pada liga-liga besar internasional dan masih berlangsung hingga sekarang. Mungkin Pemerintah Indonesia dapat mencoba dan menerapkan cara tersebut. 

3. Gaji Pemain Hanya 50 Persen 

Pembayaran gaji untuk pemain tidak diberikan secara penuh, karena beberapa klub besar tidak mendapatkan pemasukan ketika liga berhenti. Hal ini menjadi permasalahan bersama, karena kebutuhan akan perut juga harus dipertimbangkan. Beberapa klub besar seperti PERSIB tetap memberikan hak pemain, namun tidak maksimal dan optimal. 

Keadaan ini mau tidak mau harus diterima, karena bagaimanapun keadaan belum memungkinkan dan regulasi mengenai pertandingan sepakbola belum ada kejelasan. Sehingga membuat berbagai klub harus benar-benar penghematan dan sementara hanya memberikan separuh dari gaji para pemain yang bisa diterima. 

4. Bulan Februari Kembali Digelar 

Liga 1 Sepakbola Indonesia akan direncanakan digelar pada akhir bulan ini, tetapi mengenai kepastian dan hasil akhirnya belum mendapatkan informasi pasti. Tetapi hal ini menjadi angin segar untuk para klub dan pemain, sehingga dapat langsung berlaga dan kembali menikmati rumput hijau dan sengitnya persaingan. 

Tetapi hal ini belum dapat dipastikan, karena masih melihat dan mempertimbangkan faktor lapangan dan memperhatikan peningkatan Covid 19. Dalam tahap ini, pihak dari Liga Sepakbola Indonesia masih menunggu hasil. Karena sebelumnya sudah dua kali tertunda untuk melangsungkan pertandingan. 

5. Mencari Pemasukan Tambahan 

Hampir setahun mangkrak dan belum ada kejelasan membuat banyak beberapa pemain mencoba mencari pemasukan tambahan. Salah satunya dengan menjadi pemain klub daerah atau biasa dikenal sebagai tarkam. Hal ini membuat beberapa pemain mendapatkan pemasukan tambahan di tengah ketidakjelasan sekarang ini. 

Beberapa klub melarang tindakan para pemain tersebut, namun untuk sebagian tidak melarang adanya pemain mengambil job tambahan tersebut. Tindakan ini menjadi fenomena baru dan rasanya pemerintah Indonesia harus segera mengambil sikap dan tentunya perhelatan Liga Sepakbola Indonesia harus bisa dilakukan. 

Bahkan, tidak hanya beberapa pemain saja. Beberapa pengelola stadion memberikan hak sewa kepada masyarakat umum hanya untuk bermain dan latihan bersama. Hal ini sebagai bentuk mencari tambahan dan pemasukan. Karena selama tidak ada pertandingan sepakbola, beberapa stadion tidak dimanfaatkan dan mati suri. 

Demikianlah penjelasan mengenai kondisi Liga Sepakbola Indonesia sekarang ini, tentunya perlu adanya solusi agar pertandingan sepakbola segera berlangsung.