Juaranya Juara Liga Pro Futsal Indonesia

sepatu-futsal.com – Selama penyelenggaran Liga Pro Futsal Indonesia mulai dari tahun 2006, bermunculan klub-klub futsal berkualitas. Dengan pengelolaan yang semakin membaik dan professional, kualitas Liga Pro Futsal Indonesia semakin diakui dan telah menghasilkan klub-klub juara terbaik.

Kompetisi futsal sebagai bagian dari Persatuan Sepakbola Seluruh (PSSI) Indonesia pertama kali diselenggarakan pada musim 2006 – 2007 dengan nama Liga Futsal Indonesia. Kompetisi ini diikuti oleh 6 tim futsal dari seluruh Indonesia yang digelar oleh Badan Futsal Indonesia dibawah PSSI. Pada kompetisi pertama, dimenangkan klub Biangbola yang merupakan tim jawara dari Kalimantan Timur. Di posisi runner up diraih oleh klub Masstrans Jakarta.

Pada tahun 2014, kompetisi ini sempat dihentikan sementara untuk menyempurnakan perubahan badan penyelenggaraan futsal yang semula berada di bawah koordinasi PSSI ke sebuah badan khusus futsal yang diberi nama Asosiasi Futsal Indonesia yang kemudian berubah lagi menjadi Federasi Futsal Indonesia.

Di bawah pengelolaan badan inilah, kemudian kompetisi futsal berubah menjadi Liga Futsal Profesional Indonesia. Pemenang pertama liga ini akan mewakili Indonesia dalam kompetisi Kejuaran Futsal Klub AFC. Sedangkan runner upnya menjadi wakil Indonesia dalam Kejuaraan Futsal Klub AFF.

Selama kurang lebih 14 musim penyelenggaraan, kompetisi nasional futsal Indonesia telah menghasilkan tiga juara kawakan yang kerap memenangkan posisi juara. Siapa saja mereka?

  1. Vamos FC Mataram

Tiga musim berturut-turut, Vamos FC Mataram telah merebut juara pertama dalam kompetisi bergengsi futsal Indonesia. Klub yang bermarkas di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat ini menjadi juara di Liga Pro Futsal Indonesia tahun 2017 hingga 2019. Dengan kemenangan tiga musim berturut-turut, Vamos FC Mataram menjadi klub pertama yang meraih hattrick dalam sejarah futsal Indonesia.

vamos mataram fc

Tim ini diperkuat oleh 15 orang pemain dan diketuai pelatih bernama Reza Fallahzadeh dan asisten pelatih bernama Ahmad Salehi yang berasal dari Iran. Setelah sukses membawa timnya meraih kemenangan di tahun 2017 dan 2018, Reza Fallahzadeh mengundurkan diri dari Vamos dan diganti oleh Bonsu Hasibuan yang juga mempersembahkan juara di tahun 2019.

Klub yang semula bernama Anker Futsal Club Mataram berdiri di tahun 2012 dengan komposisi  tim yang bukan berasal dari Mataram, tapi berasal dari Bandung. Kemudian pendiri sekaligus direktur klub Ary Pramentu terus melakukan perbaikan sehingga di tahun 2015, nama tim berubah menjadi Carlsberg Vamos atau disingkat Vamos Mataram. Perubahan ini juga diikuti dengan menambah tim dari sumber daya lokal untuk meregenerasi sekaligus memasyarakatkan futsal di Mataram.

Keseriusan Ary Pramentu dalam mengelola tim, membuat klub ini mendapat dukungan penuh dari Carlsberg dan Anker. Juga sponsorship dari Sozzis, sehingga klub dapat mengontrak pemain-pemain bintang. Dan tidak mengherankan jika juara kompetisi futsal tiga musim terakhir diborong oleh klub yang semakin memantapkan langkahnya di kompetisi futsal lokal dan mancanegara.

  1. IPC FC Pelindo

Klub ini nyaris mendapat hattrick sebagai juara kompetisi Liga Pro Futsal Indonesia jika saja tidak dikalahkan oleh Electric PLN di tahun 2013. Bersama-sama Electric PLN, klub ini juga pernah mencatatkan namanya sebagai juara kompetisi dua tahun berturut-turut yaitu di tahun 2011 dan 2012. Kemudian di tahun 2015, kembali merebut posisi juara dari Electric PLN.

ipc pelindo II

Klub bentukan IPC Pelindo Tanjung Priuk ini diasuh oleh mantan kiper legenda futsal Yos Adi Wicaksono untuk menghadapi musim kompetisi 2020. Persiapan maksimal juga dilakukan dengan menambah skuat dengan bergabungnya timnas futsal U-20 yaitu Firman Adhiansyah, Ramadhan Zidani, Agung Pandega dan Muhammad Wildan.

Tim Futsal IPC Pelindo berawal dari dikirimnya satu tim untuk mewakili liga futsal antar Departemen Perhubungan di tahun 2006. Di awal pembentukan, anggota tim merupakan murni berasal dari pegawai operator Pelabuhan. Di tahun 2007, klub ini mulai membuka diri dengan menerima pemain futsal dari luar beberapa di antaranya adalah mahasiswa STEI Jakarta.

Baca Juga : Teliti Sebelum Membeli Sepatu Futsal

  1. Electric PLN

Klub futsal ini selalu tampil dalam kompetisi futsal tanah air semenjak pertama kali diadakan. Namun di tahun 2017, tanpa ada alasan yang resmi, tim ini mengundurkan diri dari keikutsertaannya di kompetisi di saat anak asuh Vennard Hutabarat telah mempersiapkan diri untuk kembali merebut juara.

elektrik pln

Electric PLN telah berhasil menjadi juara di kompetisi ini pada tahun 2008, 2009 dan 2013. Dengan logo khas setrumnya, klub ini juga pernah digawangi pelatih-pelatih futsal terbaik seperti Andri Irawan, Wahyudin Kocoy dan Vennard Hutabarat.

Klub yang berdiri sejak tahun 2004 pada awalnya bernama Electric PLN Yogyakarta hingga tahun 2009. Klub ini mampu mengukuhkan namanya sebagai juara Liga Futsal Indonesia di tahun 2008 dan 2009. Pada tahun 2010, markas klub pindah ke Jakarta dan namanya berganti menjadi Electric PLN Cosmo karena merger dengan klub Cosmo di tahun 2013 dengan diasuh pelatih Andri Irawan kemudian dilanjutkan dengan Wahyudin.

Namun baru dua tahun merger, bersamaan dengan gagalnya klub menuju final di tahun 2015, kerjasama dua klub ini pun bubar dan namanya kembali menjadi Electric PLN dengan pelatih Vennard Hutabarat. Di tahun 2020 ini, klub ini telah siap untuk menghidupkan kembali semangat juara yang pernah mereka raih.

Klub-klub futsal Indonesia merupakan tim terbaik dan bisa dibanggakan di kancah internasional. Dibutuhkan manajemen professional dan konsistensi pelatihan agar prestasi yang sudah diraih dapat lebih baik lagi untuk mencapai impian menjuarai kompetisi internasional.